Imam Ali bin Abi Thalib dalam khutbahnya pernah memberikan nasihat dan himbauan kepada kita. Adapun di antara nasihat dan himbauan beliau r.a. tersebut adalah sebagai berikut:
* “Saya wasiatkan kepada kalian wahai hamba-hamba Allah SWT untuk tetap taqwa kepada-Nya karena taqwa kepada Allah ini merupakan wasiat terbaik yang disampaikan seseorang hamba kepada sesamanya. Taqwa merupakan amal yang paling mendekatkan kita kepada keredhaan Allah SWT serta memberikan hasil paling utama bagi akibat amal dan kesudahannya”.
* “Bertaqwa kepada Allah inilah kalian diperintahkan dan hanya untuk berbuat baiklah kalian diciptakan”.
* “Hindarilah semua yang dilarang oleh Allah sesungguhnya Allah telah memperingatkan akan adanya seksa yang pedih, keras dan dahsyat”.
* “Takutlah kalian kepada Allah SWT tanpa harus diberi ancaman dan beramallah riya’ atau ingin dipuji. Barangsiapa melakukan sesuatu bukan karena Allah, maka ia akan menyerahkan amalnya kepada yang dituju. Dan barangsiapa beramal penuh keikhlasan, Allah-lah yang akan memberi pahala bagi niatnya”.
* “Dan takutlah kalian terhadap seksa Allah karena sesungguhnya Allah tiada menjadikan kalian sia-sia dan tiada membiarkan sesuatu dari urusan-urusan kalian itu menjadi sia-sia pula”.
* “Allah SWT telah mencatat jejak langkah kalian, mengetahui rahsia diri kalian. Dia akan menghitungkan amal perbuatan kalian dan menentukan ajal kalian. Oleh sebab itu, janganlah kalian tertipu oleh kehidupan dunia ini, sebab ia memang penipu bagi penghuninya dan orang yang tertipu adalah mereka yang terpedaya dengannya. Sesungguhnya akhirat itu adalah kampung yang kekal dan abadi”.
* “Dunia ini adalah tempat kebenaran bagi mereka yang menghadapinya dengan benar, tempat keselamatan bagi mereka yang dapat memahaminya dan ia merupakan kampung kekayaan dan perbekalan bagi mereka yang mampu mengambil manfaat darinya”.
* “Ia merupakan tempat turunnya wahyu Ilahi, tempat sujudnya nabi-nabi dan utusan-utusan, tempat perdagangan para wali di mana mereka memperoleh keuntungan dari rahmat dan berhasil mencapai nikmat syurga-Nya”.
* “Hari ini adalah merupakan suatu perlumbaan untuk merebut kemenangan di hari esok”.
* “Ketahuilah! Bahawasanya kalian kini berada dalam angan-angan, sedang di belakangnya ajal dan kematian menunggu kalian semua”.
* “Barangsiapa sedikit amalnya dalam alam dunia angan-angan ini maka kelirulah amal perbuatan yang dilakukannya”.
* “Camkanlah! Bahwa kalian harus beramal semata-mata karena Allah SWT baik dalam keadaan suka atau takut”.
* “Camkanlah! Bahwa barangsiapa yang tidak dapat memanfaatkan kebenaran, dia akan dirusak oleh kebathilan”.
* “Dan barangsiapa yang tidak dapat diluruskan oleh petunjuk, dia akan diselewengkan oleh kesesatan”.
* “Ketahui! Bahwasanya dunia ini adalah hidangan yang tersaji, dimakan oleh yang baik dan yang durhaka”.
* “Sedangkan kampung akhirat adalah janji yang pasti dan benar adanya. Di sana Raja Yang Maha Kuasa yang akan bertindak sebagai Hakim Yang Tertinggi”.
* “Yang paling ditakuti akan menimpa kalian ialah memperturutkan hawa nafsu dan panjang angan-angan”.
* “Sesungguhnya memperturutkan hawa nafsu akan mengakibatkan berpaling dari kebenaran”.
* “Panjang angan-angan akan membuat orang lupa daratan”.
* “Tuntutlah ilmu karena dengan itu kalian akan menjadi orang yang mengerti dan amalkanlah karena dengan itu kalian akan menjadi ahlinya”.
* “Ketahuilah bahawasanya dunia ini akan pergi menjauh sedang akhirat makin mendekat. Masing-masing mempunyai anak buah dan pengikut. Oleh sebab itu jadilah kalian anak akhirat dan pengikutnya, jangan jadi pengikut dunia”.
* “Ketahuilah bahawasanya orang-orang yang zuhud menjadikan bumi ini sebagai hamparan, tanah sebagai tempat tidur dan air sebagai pencuci diri”.
* “Ketahuilah barangsiapa rindu akhirat, pastilah akan lupa pada hawa nafsunya”.
* “Barangsiapa yang takut neraka, pastilah menghindar dari yang haram”.
* “Barangsiapa menginginkan syurga, pasti bergegas menjalankan ketaatan”.
* “Barang berlaku zuhud di dunia ini, pasti terasa ringan beban malapetaka dunia”.
* “Ketahuilah! Allah SWT mempunyai hamba-hamba yang terhindar dari kejahatan diri mereka. Hati mereka selalu cemas dan berduka, jiwa mereka suci, kebutuhan mereka enteng dan mudah terpenuhi. Mereka bersabar dalam penderitaan yang cuma sebentar ini demi akhir kesudahan yang panjang dan menyenangkan nanti. Apabila kalian melihat mereka di malam hari, mereka tegak berdiri melakukan solat, pipi mereka basah disimbah air mata, berbisik di tengah keheningan malam dengan Allah unutk membebaskan diri mereka dari dosa. Di siang hari mereka adalah orang-orang yang lapar dan haus (puasa), penyantun, suci dari perbuatan maksiat, serta taqwa kepada Allah SWT. Mereka seakan-akan adalah orang yang lemah sehingga setiap orang melihatnya pasti berkata: “Orang ini pasti sakit”, padahal ia sama sekali tidak sakit, melainkan ia sedang menghadapi masalah yang amat berat”.
* “Ingatlah Allah…! Ingatlah Allah…! Dan berpegang teguhlah kepada Al-Quran. Janganlah kalian terdahului oleh orang lain dalam beramal…”.
* Inagtlah Allah…! Ingatlah Allah…! Di dalam orang-orang fakir dan miskin. Ikutilah mereka dalam kehidupan kalian”.
* “Janganlah kalian takut menghadapi celaan orang dalam melaksanakan perintah Allah. Allah akan melindungi kalian dari orang-orang yang bermaksud jahat dan menganiaya kalian”.
* “Janganlah kalian sekali-kali meninggalkan amar ma’ruf nahi mungkar. Dan berkatalah kepada mereka dengan perkataan yang baik sebagaimana diperintahkan oleh Allah SWT”.
* “Janganlah putuskan tali persaudaraan kalian dan jangan sekali-kali kalian saling bermusuhan. Bertolong-menolonglah kalian dalam kebaikan dan taqwa. Dan sekali-kali janganlah bertolong-menolong dalam dosa dan permusuhan”.
Demikianlah nasihat-nasihat dan himbauan-himbauan yang diwasiatkan oleh “Imam Pintu Gerbangnya Ilmu” Sayyidinal Imam Ali bin Abi Thalib Karramallahu Wajhah. Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua, amin.










